Selasa, 7 April 2009

PENGARUH YANG MERUNTUHKAN KEKUATAN


Hakim-hakim 16:1-22

Kehidupan sering dipengaruhi oleh banyak factor yang ada disekeliling kita demi mencapai suatu keberhasilan, namun keberhasilan yang diraih nga dapat bertahan lama apabila tidak dipergunakan dengan baik demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Banyak orang setelah berhasil lupa dan mengabaikan segala sesuatu yang membawa dia sampai pada puncak kejayaannya. Sehingga mulai menyombongkan diri. Inilah awal dari sebuah kehancuran karena akar dari segala kehancuran adalah saat seseorang mulai menyombongkan diri. Banyak orang yang telah berhasil jatuh atau hancur seketika akibat dari kesombongan yang mereka bangun dalam gaya hidup mereka dari hari kehari. Hal yang sama dapat kita amati dalam bagian Firman Tuhan ini. Simson adalah seorang yang dipilih, dipanggil dan dipakai Tuhan secara luar biasa namun ia gagal mempergunakan segala otoritas yang Allah berikan dan percayakan kepadanya, sehingga akhir hidupnya sangat mengenaskan. Pertanyaannya adalah “Mengapa akhir hidup Simson begitu mengenaskan?”, sedangkan kita semua ketahui bahwa ia bukan dipilih dan dipanggil oleh manusia tetapi oleh Allah secara langsung. Faktor apa yang telah menyebabkan akhir hidup Simson sangat mengenaskan ? Beberapa point penting yang perlu kita ketahui sebagai orang percaya sehingga setelah kita berhasil dalam segala aspek kehidupan tidak berakhir dengan sesuatu yang tragis dan menggerikan sebagaiamana yang dialami oleh Simson antara lain:

I. Dosa (16:1-3)

Surveipun membuktikan bahwa selama seseorang belum mencapai
puncak keyaannya segala sesuatu yang dibuat dan dilakukan berjalan sesuai dengan standar kebenaran yang ada, bahkan tanggung jawab yang dipercayakanpun belum sebegitu besar. Namun sebaliknya bila orang itu telah berada dipuncak kejayaan banyak hal yang dilakukan tidak berdasar pada standar kebenaran yang ada. Survei membuktikan bahwa semakin kita berhasil semakin banyak tanggung jawab yang Allah percayakan kepada kita untuk dilakukan. Pada fase ini banyak orang diuji untuk menggunakan setiap potensi dan karunia yang telah dipercayakan Allah kepadanya, dalam fase2 ini banyak orang yang telah berhasil gagal karena mereka lebih condong mempergunakan keberhasilan yang diperoleh untuk memuaskan hawa nafsu mereka, hidup dalam dosa dan berjalan tidak berdasasr pada standar2 kebenaran yang telah ditetapkan baik dalam alam ini maupun dalam Alkitab secara kusus, mereka hidup dengan melakukan tindakan2 amoral serta mengkompromikan banyak hal yang dengan jelas bertentangan dengan kaidah2 umum yang ada dalam alam ini maupun kaidah2 khusus yang telah ada dalam Alkitab. Dampaknya adalah mereka menjurumuskan diri dan hidupnya kedalam dosa sehingaa banyak dari mereka yang telah berhasil akhirnya mengalami suatu kehidupan yang tragis dan mengenaskan sebagaimana yang dialami oleh Simson pada akhir hidupnya. Survei membuktikan bahwa semakin banyak orang yang berhasil menyalahgunakan keberhasilan yang diperolehnya untuk hal2 yang negatif yang turut membunuh karakteristiknya. Akibatnya adalah apa yang diraihnya menjadi sirna dan hanya kenangan. Untuk itu bagi setiap kita bila hingga hari ini belum “berkata tidak….dan tidak terhadap dosa “ ingatlah bahwa maut sementara ini telah mengintip dimatamu. Ingatlah bahwa maut akan terus berusaha untuk menghantui anda sampai anda mengalaminya. Untuk itu sadarilah dan berkatalah tidak terhadap Dosa, sekecil apapun dalam hidupmu. Dan jangan membiarkannya bertumbuh dalam hatimu. Sebab Firman Tuhan berkata “Apa yang ditabur orang itu juga yang akan dituainya” (Galatia 6:7-8).

II. Cinta Uang (16:5, 18)

Tingkat kedua dari kehidupan setiap orang yang tidak pernah berkata tidak terhadap segala bentuk kejahatan atau dosa dimasa2 kejayaannya membawanya kepada level selanjutnya yaitu Cinta akan Uang. Pertanyaannya adalah salahkah bila kita memiliki uang yang banyak? Hal ini tentu tidaklah salah karena Allah menciptakan segala sesuatu diperuntukan bagi kita. Yang menjadi permasalahn adalah bila kita Mencintai Uang. Bila kita mencintai uang lebih dari segalanya, maka segala cara akan kita pakai dan gunakan demi mendapatkannya tanpa peduli uang yang kita dapat itu halal atau haram. Dan dampak lain yang kita alami adalah kita menjadi budaknya uang dan tidak pernah merasa puas dengan segala pemberian yang sudah Tuhan berikan bagi kita. Sehingga kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya tanpa peduli dengan orang lain yang kita korbankan. Peristiwa ini terjadi dengan Delila dalam bagian Firman Tuhan ini, bukan saja orang lain yang ia korbankan tetapi suaminya yang selalu mengasihi dan menyayanginya setiap saat dan waktu. Apa permasalahannya yang membuat Delila mengorbankan suaminya? Jawabanya adalah karena Cinta akan Uang (Hakim2 16:5, 18), Delila tidak puas dengan segala yang telah Simson berikan kepadanya. Sehingga dengan berbagai cara ia membujuk dan merayu Simsom agar mengetahui titik kelemahanya demi mendapatkan uang yang telah dijanjikan oleh raja2 Filistin; walaupun ia tahu bahwa akibat dari apa yang ia lakukan mendatangkan maut bagi suaminya. Kita lihat disini bahwa memiliki uang adalah hal yang wajar namun sebaliknya cinta uang membutakan mata hati kita sehingga tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Sehingga suami atau istripun apalagi orang lain akan kita korbankan demi mendapatkan uang. Hal yang sama terjadi dengan Yudas Iskariot karena Cinta akan Uang, ia menyerahkan Yesus yang adalah Guru Agungnya kepada orang2 Farisi dan Ahli2 Taurat untuk disalibkan. Yudas Iskariot tergiur dengan janji manis dari para Imam yang akan memberikannya Uang sehingga ia mencari kesempatan untuk menyerahkan Yesus (Markus 14:10-11; Luk 22:5-6). Jadi Cinta akan Uang mengubah pola pikir kita dari mensyukuri dan merasa puas dengan segala berkah yang telah Allah berikan kepada ketamakan yang pada akhirnya mengorbankan orang lain yang nga bersalah. Jadi sadarilah sobat dimanakah pilihnmu? Bila hari2 yang telah anda lalui hingga hari ini, gaya hidupmu yang engkau jalani sebagaimana pesan ini, ingatlah bahwa maut dan kehancuran sementara ini menggoda dan berusaha untuk menghancurkan serta membunuh karaktermu. Dan berusaha mengubur segala kejayaanmu yang telah engkau raih. Untuk itu sadarilah dan benahilah dirimu sesuai dengan standar kebenaran Firman Tuhan yang ada dalam Alkitab. “Karena akar segala kejahatan adalah ialah Cinta Uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari Iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka (1 Timotius 6:10)”.

III. Melupakan Tuhan (16:5-21)

Sejauh ini survey membuktikan bahwa selama seorang itu belum memiliki sesuatu, belum berhasil, terkenal dan mempunyai kedudukan atau jabatan penting dalam hidupnya, selalu meminta pertolongan dan campur tangan Tuhan dalam segala aktifitas dan civitas yang dilakukannya, namun sebaliknya bila telah berhasil dan terkenal segala sesuatu yang dilakukannya lebih mengandalkan akal, pikiran, dan kekuatan tanpa meminta petunjuk dan pertolongan dari Tuhan. Dengan berbagai alasan akan dikemukakan. Hal yang sama dapat kita amati dalam bagian Firman Tuhan ini, Simson dipilih, dipanggil serta dipakai Tuhan secara luar biasa namun diakhir hidupnya mengenaskan karena ia melupakan Tuhan yang adalah Sumber pemberi inspirasi, hikmat dan kebijaksanaan dalam menangkal segala godaan yang berakibat maut bagi dirinya sendiri. Simson mengabaikan Tuhan dan mencoba menjelaskan setiap pertanyaan dari istrinya yang merupakan jebakan bagi dirinya secara pribadi dengan akal, pikiran serta hikmat yang ia miliki. Sehingga akhir hidupnya mengenaskan ditangan orang-orang Filistin. Untuk itu hal yang harus kita sadari dan mengerti adalah bahwa segala keberhasilan yang hari ini kita raih atau mungkin besok dan yang akan datang semuanya datang dari Dia yang adalah Sang Sumber Pemberi Keberhasilan, yang harus dan selalu senantiasa kita andalkan dalam seluruh tatanan hidup kita. Karena bila kita berjalan dengan akal, pikiran dan kemampuan kita tanpa menyertakan Tuhan, kita manusia yang sangat2lah terbatas dan tidak akan sanggup dan mampu menyelami apa yang akan terjadi kelak dimasa depan. Survei membuktikan bahwa banyak orang yang berjalan tanpa mengandalkan Tuhan terjebak dalam rayuan maut Delila yang kelihatannya manis tapi ujungnya membawa maut. Bukankah dunia dimana kita hidup sekarang banyak orang yang tergiur dengan rayuan manis Delila yang dikiranya baik namun sesungguhnya mendatangkan maut. Mari berbenah diri sebelum terlambat jangan tergiur oleh rayuan maut Delila akhir zaman yang kelihatannya manis tapi ujungnya mendatangkan maut bagi saudara. Tetapi Andalkanlah Tuhan dalam hidupmu dan nikmati segala Kasih, Kuasa dan Kebaikan-Nya dalam hidupmu. (Yermia 17:7-8). Firman Tuhan berkata “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya (Roma 11:36).

Tiada ulasan: